Rabu, 07 Januari 2026

CARA PASANG LAMPU TEMBAK TAMBAHAN DENGAN RELAY PADA MOBIL


Memasang lampu tembak tambahan dengan relay sangat direkomendasikan untuk menjaga keawetan saklar dan membuat cahaya lampu lebih stabil serta terang. 
Berikut adalah panduan pemasangan menggunakan relay 4 kaki (tipe umum):

1. Skema Sambungan Kaki Relay

Setiap kaki relay memiliki nomor identitas yang menentukan fungsinya:
  • Pin 30: Hubungkan langsung ke Terminal Positif (+) Aki. Wajib memasang sekring (fuse) tambahan (minimal 30A) di antara aki dan relay untuk mencegah korsleting.
  • Pin 87: Hubungkan ke Kabel Positif Lampu Tembak. Pin ini mengalirkan arus besar saat relay aktif.
  • Pin 86: Hubungkan ke Saklar Tambahan (Input pemicu). Arus dari saklar inilah yang akan mengaktifkan kumparan magnet di dalam relay.
  • Pin 85: Hubungkan ke Ground/Massa (Bodi mobil atau Terminal Negatif Aki) untuk melengkapi sirkuit pemicu. 
2. Langkah Pemasangan
  1. Persiapan: Siapkan unit relay 4 kaki, soket relay, kabel bintik (minimal 2mm), sekring, dan saklar on/off.
  2. Pemasangan Massa: Hubungkan kabel negatif lampu tembak langsung ke bodi mobil yang berbahan logam atau terminal negatif aki.
  3. Instalasi Saklar: Sambungkan salah satu ujung saklar ke sumber listrik (bisa dari kunci kontak atau lampu senja) dan ujung lainnya ke Pin 86 relay.
  4. Uji Coba: Pastikan semua sambungan kencang dan terisolasi dengan baik menggunakan Isolasi Listrik atau heat shrink sebelum menyalakan mesin. 
Catatan Keamanan:
Jangan menghubungkan lampu tembak daya besar langsung ke saklar tanpa relay, karena beban arus yang tinggi dapat membuat saklar meleleh atau merusak sistem kelistrikan bawaan mobil.

Selasa, 06 Januari 2026

Tips Mengemudi Aman & Praktis

  • Patokan Bodi Mobil: Gunakan titik tertinggi pada setir sebagai panduan pusat mobil untuk menghindari rintangan di jalan.
  • Menghindari Kerusakan Komponen:
  • Kaki-kaki: Kurangi kecepatan saat melewati lubang agar shockbreaker awet.
  • Power Steering: Pastikan posisi ban lurus saat parkir untuk menghindari kerusakan sistem kemudi.
  • AC Mobil: Matikan AC sebelum mematikan mesin untuk menjaga keawetan kompresor dan sistem kelistrikan.

Trik Menghemat Bahan Bakar (Eco-Driving)

  • Akselerasi Bertahap: Injak pedal gas secara perlahan hingga mencapai kecepatan yang diinginkan. Menekan gas terlalu dalam secara tiba-tiba dapat memboroskan bensin secara signifikan.
  • Tekanan Ban Ideal: Pastikan tekanan ban sesuai spesifikasi pabrikan. Ban yang kurang angin meningkatkan hambatan gulung, sehingga mesin bekerja lebih keras.
  • Manfaatkan Engine Brake: Saat melewati jalan menurun, gunakan gigi rendah (manual) atau posisi low gear (matang) untuk membantu pengereman secara alami tanpa menyemprotkan bensin berlebih. 

Senin, 05 Januari 2026

Tips Perawatan Mesin & Efisiensi

  • Ganti Oli Tepat Waktu: Lakukan penggantian oli setiap 5.000 km atau 3 bulan sekali jika sering digunakan dalam kondisi berat. Oli yang bersih mengurangi gesekan dan mencegah pemborosan BBM.
  • Cek Level Cairan: Rutin periksa radiator coolant, minyak rem, dan air aki. Pastikan tidak ada kebocoran atau perubahan warna yang tidak wajar.
  • Kebiasaan Menyalakan Mesin: Jangan langsung tancap gas setelah menyalakan mesin. Beri waktu beberapa detik agar oli menyebar rata ke seluruh komponen

Cara Parkir Mobil Transmisi Matic

Kalau kita pakai mobil matic, waktu mau parkir proses nya, 

  1. Injek pedal rem;
  2. Tarik rem tangan, terus;
  3. pindah tuas dari D, N, R lalu P dan;
  4. baru lepas pedal rem. 
Kalau jalanan nya lagi gak rata, pasti mobil agak nge gelinding dulu sedikit baru ngunci Betul ?
Terus nanti waktu mau jalan lagi, biasanya waktu mindahin tuas dari P ke R pasti agak seret, kebiasaan ini sudah mendarah daging.
Mobil matic, pada posisi P si transmisi mengunci putaran roda ban, kalau misalnya rem tangan kita sudah kurang pakem, yang membuat mobil berhenti menggelinding di posisi P itu transmisi nya yang ngunci putaran roda ban. Waktu kita mau jalan lagi mindahin tuas nya dari P ke R seret dan berbunyi kleng lama lama kalau selalu dan berulang2 dilakukan proses parkir seperti ini, bukan hanya pada posisi perpindahan dari P ke R saja yg berbunyi kleng, nantinya setiap perpindahan tuas pun, akan bunyi kleng2 seperti ini.
Jadi bgmn caranya memarkir mobil matic dengan benar dan tidak sampai merusak transmisi ?
  1. Cek kanvas, rem tangan mobilnya. Cara ngeceknya masih bagus apa tidaknya ?
    • Cari jalan yg menanjak atau agak menurun,
    • injek pedal rem, tarik rem tangan,
    • Pindahin transmisi ke N terus lepas pedal rem pelan-pelan,
    • Mobil nya diem apa ngegelinding terus ?
    • Kalau diem, berarti rem tangan nya masih bekerja dengan baik.
  1. Kalau rem tangan bekerja dengan baik, Pada saat mau parkir dalam kondisi jalan rata atau menanjak/menurun, biasakanlah untuk melakukan langkah2 proses parkir sbb:
    • Injek pedal rem sampai kendaaran berhenti total dan tidak bergerak dan tahan pedal rem nya;
    • Pindahkan tuas transmisi ke N;
    • Tarik rem tangan (setelan ketinggian rem tangan yang baik dan benar adalah 7 klik maximal (udah gak bisa ditarik lagi lebih dari 7 klik) dan 5 klik sudah mengunci Ban. Jadi masih ada 2 tambahan klik untuk mempermudah melepas rem tangan;
    • Lepas rem kaki perlahan2 pastikan roda tetap pada posisi diam (ban terkunci dan mobil tidak bergerak maju ataupun mundur sama sekali;
    • Kalau mobil sudah pada posisi diam dan tidak bergerak, baru kita pindahkan tuas transmisi dari N ke R dan P. Sewaktu perpindahan ini usahakan tidak terlalu cepat dan tidak terlalu lambat.
Dalam artian, jangan sampai waktu pindahin dari N ke R, transmisi nya sampai engage untuk perubahan gigi dari netral ke mundur terus pindah lagi ke posisi parkir. Ibarat nya benda bergerak sudah tenang2 diam, terus di suruh mundur terus langsung disuruh lagi ngunci transmisi (Lock/Park) hal ini bisa merusak komponen di dalam transmisi.
Dengan langkah2 di atas, akan sangat membantu mengurangi kerusakan pada gear transmisi, synchromes dan bunyi kleng2 pada saat perpindahan tuas matic dari P ke R, N D dst nya maupun sebaliknya.
Semoga berguna....

Senin, 19 September 2022

Cara Pasang Relay Untuk Klakson


Banyak diantara kita yang kurang puas dengan suara klakson bawaan motor/mobil yang kurang keras/lantang, atau juga lampu standar yang kurang terang atau berdaya kecil.
Di toko partshop atau asesoris otomotif, banyak dijual klakson aftermarket yang suaranya bagus seperti Fiam, Hella, bosch, PIAA, Wolo, Hadley, fer, dsb.
Klakson tersebut membutuhkan daya yang cukup besar, sayangnya kabel yang terpasang pada klakson standar bawaan motor/mobil tidak dapat mengakomodasi kebutuhan daya tersebut.
Malah bisa jadi saklar klakson tersebut akan cepat rusak karena setiap kali ditekan, akan mengeluarkan percik api pada metal contact didalamnya yang lama kelamaan akan aus, bahkan plastik case nya akan meleleh.
Begitu juga dengan pemasangan lampu yang berdaya lebih besar, akan berkasus sama dengan kasus di atas.
Untuk menyelesaikan masalah tersebut, kita membutuhkan bantuan komponen tambahan yaitu relay.
Relay adalah suatu komponen yang digunakan sebagai saklar penghubung/pemutus untuk arus beban yang cukup besar, dikontrol oleh sinyal listrik dengan arus yang kecil.
Dengan menggunakan relay, kabel yang menuju saklar tidak perlu kabel yang tebal, sebab arus yang terhubung ke saklar sangatlah kecil.



Banyak relay yang beredar di partshop, ada berbagai merek seperti Hella, Bosch, Omron, dsb, … dan banyak pula yang dipalsu.
Saya sendiri lebih memilih untuk menggunakan relay bermerek BOSCH yang asli, begitu juga dengan socket relaynya.
Berikut komponen yang diperlukan untuk project ini..
– Socket Relay merek Bosch + terminal konektornya
– Relay Bosch 4 kaki tipe “0 332 019 453
– Fuse Box (kotak sikring) + terminal konektornya
– Fuse / Sikring yang disesuaikan dengan beban arusnya .. misalnya 10 Ampere.
– Kabel tebal serabut diameter 5mm
– Terminal Ring 10mm.



Cara Pasang..
Ada 2 macam sistem pelistrikan untuk Klakson atau Lampu, yaitu yang dikontrol oleh tegangan positif dan tegangan negatif.

Biasanya sistem yang dikontrol oleh tegangan Negatif menggunakan 2 kabel. Dimana satu kabel untuk ke positif dan satu lagi ke saklar pengontrol.
Sistem yang dikontrol oleh tegangan Positif, biasanya menggunakan 1 kabel saja dari saklar pengontrol. Kabel satunya lagi mengambil negatif dari ground atau body.

NEGATIVE SYSTEM:

Gambar di atas memperlihatkan rangkaian klakson dengan sistem Negative.
Untuk pemasangannya lihat gambar di bawah:


Kaki Relay nomor 30 menuju Positif Accu (kabel harus tebal, langsung dari Accu).
Kaki Relay nomor 87 menuju Positif Klakson (kabel ukuran tebal atau sedang).
Kaki Relay nomor 85 menuju salah satu Kabel klakson (A)
Kaki Relay nomor 86 menuju salah satu Kabel klakson (B)
Pemasangan kabel dari kaki 85 dan 86 boleh terbolak balik polaritasnya.
Dikarenakan adanya perbedaan lokasi kaki relay pada beberapa merek relay yang ada, harap perhatikan NOMOR kakinya, sebelum memasang!
——————————-
POSITIVE SYSTEM:
Gambar di bawah memperlihatkan kabel standar yang menuju klakson dipotong.
Untuk bagian yang atas kita beri kode A, dan bagian yang menuju klakson kita beri kode B.


Kaki Relay nomor 30 menuju Positif Accu (kabel harus tebal, langsung dari Accu).
Kaki Relay nomor 87 menuju Positif Klakson (kabel ukuran tebal atau sedang).
Kaki Relay nomor 85 menuju salah satu Kabel klakson (A)
Kaki Relay nomor 86 dihubungkan ke body mobil/motor (negatif/ground).
Dikarenakan adanya perbedaan lokasi kaki relay pada beberapa merek relay yang ada, harap perhatikan NOMOR kakinya, sebelum memasang!
Nah.. semoga penjelasan di atas bisa mudah dimengerti, dan rekan-rekan bisa pasang sendiri klakson barunya.
Rangkaian di atas sama penerapannya untuk pemasangan lampu tambahan atau merubah lampu ke daya yang lebih besar.
Manfaat yang didapat dengan menggunakan rangkaian relay ini adalah:
– klakson akan bersuara lebih keras/lantang atau lampu akan menyala lebih terang.
– saklar klakson / lampu akan lebih awet.
Semoga membantu

Sumber : saft7.com

Rabu, 02 Mei 2018

BUNYI KRIK-KRIK AREA MESIN TOYOTA INNOVA DIESEL 2KD


Membahas salah satu problem yang sering terjadi pada kendaraan Toyota Inova DIESEL 2KD lansiran tahun 2013 ke bawah khususnya dengan km di atas 100.000 km

Problemnya adalah para pengguna toyota inova mengeluhkan ada nya bunyi kriik-kriik seperti jangkrik di area mesin.

Setelah saya melakukan pemeriksaan pada unit terkait,saya mendapatkan problem bunyi kriik-kriiik di sebabkan oleh ausnya pulley altenator




BUNYI KRIIK-KRIIK AREA MESIN TOYOTA INOVA DIESEL 2KD PEMERIKSAAN DAN CARA PENANGANNYA

Normalnya cara kerja pulley alternator adalah searah putaran jarum jam atau searah putaran van belt,jika pulley nya sudah aus maka akan memungkinkan untuk juga bergerak ke kiri atau kebalikan dari arah putaran jarum jam,hal itulah yang menyebabkan timbulnya bunyi kriik-kriik pada area mesin saat mesin di hidupkan

Jika keausan pada pulley alternator ini sudah parah maka lampu indikator battery pada meter kombinasi akan menyala,hal ini disebabkan karena arus listrik yang di bangkitkan oleh alternator tidak maksimal sehingga menyebabkan lampu indikator /pengisian akan menyala

 

Lampu indikator battery menyala tanda bahwa pengisian tidak maksimal di sebabkan ausnya pulley alternator:


Untuk penangannannya kita harus melakukan penggantian pulley alternator tersebut.adapun langkah penggantiannya adalah sebagai berikut.

  1. Lepas dahulu terminal negative/min battery,hal ini bertujuan untuk mencegah adanya short atau hubungan arus pendek saat pelepasan alternator;
  2. Lepas rumah air cleaner/saringan udara;
  3. lepas van belt;
  4. lepas pulley idler atas;
  5. lepaskan terminal +b (mur ukuran 10 mm)pada body alternator;
  6. lepaskan socket pada bagian belakang alternator;
  7. lepas baut atas dan bawah alternator,lalu angkat alternator keluar dari dudukannya;
  8. lepas pulley alternator dengan membukanya ke arah kiri atau berlawanan arah jarum jam;
  9. setelah terbuka segera pasang pulley alternator yang baru dan kencangkan searah putaran jarum jam

 


pulley alternator yang baru:


Setelah pulley alternator terpasang,pasang kembali alternator ke ruang mesin,dengan urutan alternator,pulley idler atas,van belt ,rumah air cleaner dan terkahir pasang kembali kabel terminal negative battery/aki

Setelah terpasang semua,pastikan dan kencangkan semua part yang dilepas tadi,lalu coba hidupkan mesin dan bunyi kriik-kriik pun hilang
Untuk menentukan apakah bunyi kriik-kriik tersebut berasal dari pulley alternator atau yang lainnya di perlukan pemeriksaan dengan menggunakan alat soundscop

Sekian thread dari saya,semoga bisa membantu,mohon maaf jika masih ada kekurangan.
Jika ada hal yang ingin agan tanyakan bisa langsung tanya ke saya.salam sehat untuk mobil toyota Innova agan semua...

Mobil Matik Mogok Tidak Boleh Didorong, Mitos atau Fakta?


Banyak khalayak yang menyebut mobil matik 'haram' didorong saat mogok. Begitu pula dengan diderek saat mesin dalam keadaan mati. Maka banyak pengendara akhirnya memilih tak menggeser mobil matik-nya saat mogok di jalan lantaran dianggap dapat merusak sistem transmisi.

Menanggapi hal tersebut,  Supervisor Business Area Sales Department Astra Otoparts, Chinto Adiputera mengatakan, mobil matik sebenarnya boleh didorong bila dibutuhkan.

"Jawabannya boleh dan tidak, tergantung. Tergantung apa, kalau mobil mogok kita memang perlu memindahkan kendaraan kita. Kalau mogok di tengah jalan didorong untuk minggirin doang enggak apa-apa, asal dinetralin saja, " katanya, di Jalan KH Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, seperti yang dilansir dari viva.co.id.

Apabila pemilik hendak menggunakan jasa derek ke bengkel terdekat, Chinto mengimbau agar lebih memilih derek gendong. Jika tak ada, dan terpaksa menggunakan jasa derek tarik, perhatikan penggerak rodanya.

"Kalau misalkan jauh, boleh pakai derek. Dereknya pun kalau bisa pakai yang gendong. Apabila terpaksa menggunakan yang tarik harus diperhatikan, gunakan penggerak roda depan atau belakang," ujarnya.

Apabila mobil menggunakan penggerak roda depan, kata dia, lebih baik ban belakang yang menapak jalan.  Jika mobil menggunakan penggerak roda belakang sebaliknya agar tak merusak sistem transmisi.

"Kalau pakai penggerak depan yang diangkat depannya, jadi yang menempel ke tanah roda belakang. Begitu juga sebaliknya. Supaya tidak bersinggungan sama aspal," kata Chinto.

Tidak hanya itu, seperti dilansir AstraWolrd, kekhawatiran itu ternyata bermula dari pemahaman jika pelumasan komponen-komponen di transmisi matik sangat mengandalkan cairan hidrolis, atau minyak transmisi otomatis.

Nah, cairan hidrolis itu baru bersirkulasi ketika mesin dihidupkan. Sebab, untuk mensirkulasikan cairan tersebut dibutuhkan pompa hidrolik yang baru bisa bekerja pada saat mesin hidup.

Memang benar, jika peredaran cairan hidrolis untuk melumasi komponen-komponen dalam transmisi sangat membutuhkan pompa hidrolis yang baru bekerja saat mesin hidup. Tetapi bukan berarti transmisi akan mengalami kerusakan jika mobil dipindahkan ke tempat lain dalam keadaan mesin mati, terutama dengan mengikuti beberapa poin.

Pertama, untuk sekadar didorong atau digeser dari tengah jalan ke tepi jalan, atau tempat yang lebih aman, tidak akan ada pengaruh apa-apa terhadap kondisi transmisi matik.

Kedua, untuk pemindahan mobil dengan cara diderek juga tidak berpengaruh apa-apa, sepanjang penderekannya memperhatikan kecepatan dan jarak tempuh yang  ditentukan masing-masing pabrikan mobil.

Ketiga, saat didorong atau diderek, pastikan posisi tuas transmisi pada posisi Netral (N).

Jumat, 23 Maret 2018

lampu LED di kunci kontak

Bingung mencari lubang anak kunci disaat malam hari lantaran minim cahaya di kabin? Bisa gunakan lampu LED di kunci kontak seperti tren tahun-tahun lalu. Tapi, sudah gak zaman lagi. Karena sekarang ada produk baru bernama LED scanner ring yang lebih keren.


Pertama, buka tiga baut cover setir dengan obeng kembang. Setelah itu, keluarkan cover setir dan tempelkan LED scanner ring di pinggiran kunci kontak. “Pemasangannya cukup ditaruh saja dan tidak bakalan lepas. Karena sudah terjepit sama colomb cover steering, pokoknya aman dan gak bakal jatuh ke dalam cover,” jamin Wira, sapaannya.

Sekarang wiring alias penyambungan arus listrik. Dari kabel LED tersebut terdapat 4 kabel (merah, hitam, kuning dan biru). Caranya, buka dulu penutup kotak sekering yang berada di dek bawah kemudi.

Lalu kabel warna merah dari LED disambung ke aki atau soket kunci kontak yang ada dibawah stir. Kabel biru disatukan dengan kabel yang ada di kotak sekering atau soket kabel yang ketiga dari kiri kotak sekering.

Berikutnya, kabel hitam disambung ke soket immobilizer yang ada dibawah kunci kontak alias warna abu-abu. “Penyambungan ke komponen itu tak akan merusak atau mengganggu kinerja immobilizer,” tutupnya.

Tapi, buat pengin lampu tersebut mati di saat kunci kontak On, bisa disambungkan ke ground bodi alias ke baut dari kabel kuning LED tadi. Kalau sudah selesai, silakan dicoba dengan menekan switch pintu dan jangan lupa buat merakit kembali seperti semula

Sabtu, 21 Januari 2017

Titik pemasangan Ground Wire Innova VVT-i matic

 gambar 1 - koneksi dari aki ke terminal ground wire.
http://otodiy.blogspot.com
malem KIOC, mau share aja nih titik2 grounding di ipah VVT-i. soalnya kapan hari dulu ada yang pernah tanya kemana aja titik2 nya. mudah2an bisa membantu n berguna juga buat yang lain nya. monggo :
1. koneksi dari aki ke terminal ground wire. (gambar 1)
2. terminal GC dari dekat. kabel dengan panah hijau itu yg dari aki. kabel dgn panah merah untuk ke dalam kabin (akan dijelaskan selanjutnya)==> (LIHAT FOTO 2)

 gambar 2 - panah hijau mengarah ke aki, panah merah ke kabin
3. titik ground pertama, panah hijau (LIHAT FOTO)
 gambar 3 - atas roda kiri depan
4. titik ground kedua, throttle body (LIHAT FOTO)
 gambar 4 - throttle body
5. titik ground ketiga (LIHAT FOTO)
gambar 5 - fuel rail
6. titik ground keempat, alternator (LIHAT FOTO)
gambar 6 - alternator
7. titik ground kelima, khusus matic
 gambar 7 - transmisi matic
8. pada nomor 2 disebutkan ada kabel bertanda panah merah. kabel itu mengarah ke kabin. berikut routing nya (garis kuning) dari terminal ground wire nya.
gambar 8 - kabel menuju kabin
masuk ke kabin melalui karet sumbat di sudut firewall. kalo saya, karet ori nya saya simpan lalu belikan karet sumbat yang baru kemudian di lubangi. karet ori nya disimpan. 
 gambar 9 - menembus firewall
9. kabel tadi menuju ke junction / kumpulan ground di balik kick panel kiri. panah hijau adalah baut titik ground nya. kabel yang dari depan tadi ada pelindung warna kuning nya. sedangkan kabel merah menuju ke titik ground selanjutnya (LIHAT FOTO)
 gambar 10 - junction kick panel kiri
yang belum tahu kick panel kiri, berikut letaknya. (silang merah adalah kick panel nya, panah hijau adalah titik ground nya)
 gambar 11 - kick panel kiri
10. titik ground selanjutnya adalah junction / kumpulan ground di balik kick panel kanan. pada poin 9 tadi terdapat kabel yang ditandai dgn panah merah. kabel tersebut mengarah ke sini, panah hijau (LIHAT FOTO)
 gambar 12 - junction kick panel kanan
yang belum tahu kick panel kanan, berikut letaknya. (silang merah adalah kick panel nya, panah hijau adalah titik ground nya)
gambar 13 - kick panel kanan

dari semua titik ground, yang paling dirasakan efeknya terhadap performa adalah yang ke arah junction ground di balik kick panel. respon pedal gas terasa jadi lebih baik.

Senin, 14 November 2016

Transmisi Otomatis di Kemacetan, Masukin Netral Atau Tetap di "Drive"?


Ada berbagai kebiasaan pengemudi mobil bertransmisi otomatik (matik) di kemacetan. Ada yang tetap menginjak rem dalam-dalam sambil mempertahankan tuas transmisi di posisi D (Drive), ada juga yang secara spontan memindahkannya ke N (Netral) seperti layaknya pengemudi mobil bertransmisi manual.

Kenapa Harus Tetap Di "Drive"
Menahan laju mobil dengan menginjak rem tanpa memindahkan tuas dari D ke posisi N memang praktis dan lebih berguna jika kondisi lalu-lintas yang dihadapi adalah stop & go.
Poin minusnya terasa seperti menyiksa mobil, namun ada tanggapan tersendiri mengapa hal tersebut masih bisa dilakukan.
“Tekanan oli pada transmisi justru akan tidak stabil bila tuas terlalu rajin dipindahkan. Akibatnya, seal dalam rangkaian transmisi jadi lebih cepat aus,”
Dengan kondisi tuas tetap di ‘D’, mobil menjadi lebih sigap saat harus melaju sedikit demi sedikit di kemacetan serta kinerja transmisi menjadi lebih tenang.


Lebih Dari 30 Detik, Netral
Golongan berikutnya adalah pengemudi yang langsung menetralkan transmisi ketika menghadapi kemacetan.
Jika dikaitkan dengan poin sebelumnya, hal ini sebenarnya kurang baik terhadap kinerja transmisi lantaran tekanan oli menjadi tidak konstan dan membuat seal bekerja keras menahannya.
Namun bila memenuhi syarat berikut, Anda boleh memindahkan tuas matik ke posisi ‘N’ atau netral.
“Jika waktu berhenti lebih dari 30 detik, sebaiknya netralkan saja transmisi untuk meringankan beban pada gearbox dan rem,” saran dari Service 4W Technical & Quality Group Leader PT Suzuki Indomobil Sales (SIS).

Menurutnya, hal tersebut justru dianjurkan karena akan membuat pengemudi jadi lebih nyaman, juga sesuai anjuran safety driving.
Efek positifnya secara teknis adalah membuat konsumsi BBM dan kondisi rem menjadi lebih hemat lantaran transmisi tidak dipaksa bekerja.

Mengapa pengemudi perlu menetralkan kendaraan matiknya saat tertahan macet. “Jangan tetap di ‘D’ karena secara tidak sadar kaki bisa bergeser dari pedal rem dan mobil melaju tanpa dikehendaki. Langkah paling aman adalah pindahkan tuas matik ke ‘N’ dan aktifkan rem tangan, sampai kemacetan mulai terurai,”


Kesimpulan
Apapun pilihan kebiasaan Anda dalam mengemudi mobil matik, tidak ada yang sepenuhnya salah. Namun yang harus dipahami adalah di setiap posisi tuas ada perlakuan khusus, sehingga transmisi kendaraan menjadi lebih awet dan Anda dapat merasa lebih nyaman lagi dalam mengemudi.