Senin, 09 September 2013
Kamis, 18 April 2013
Yahoo Messanger
Ada yang belum tau apa itu Yahoo Messanger atau Y!M atau YM..?
Yahoo Messenger tersedia secara gratis dan dapat diunduh serta diakses menggunakan Yahoo! ID yang biasa digunakan untuk mengakses layanan Yahoo yang lainnya, seperti Yahoo! Mail. Penggunaan ID ini juga mengakibatkan pengguna dapat langsung diberitahu bila mendapat sebuah e-mail.
Yahoo telah mengumumkan kerjasama dengan Microsoft untuk bergabung dalam jaringan instant messenger. Hal ini mengakibatkan Yahoo! Messenger dapat berhubungan dengan layanan .NET Messenger milik Microsoft. Layanan ini mulai berfungsi sejak 13 Juli 2006.
bagi yang belum mempunyai Yahoo Massengger bisa didownload versi 11 disini
Selasa, 02 April 2013
Mengenal lebih dekat Idjon Djanbi, bapak Kopassus TNI AD
Setelah penyerangan Lapas Cebongan, Sleman, Yogyakarta beredar notes
di facebook, email maupun pesan berantai. Seseorang mengaku bernama
'Idjon Djanbi' memaparkan analis soal penembakan lapas yang
mengakibatkan empat orang tahanan tewas.
'Idjon Djanbi' menepis pelaku penyerangan anggota Kopassus. Dia malah menuding serangan itu dilakukan oleh polisi. Sejumlah foto diposting untuk memperkuat argumennya.
Tak jelas siapa 'Idjon Djanbi' penulis notes itu. Apakah Kopassus, intel TNI, polisi atau sekadar penggembira saja. Sejatinya, nama Idjon Djanbi adalah pendiri, pelatih pertama sekaligus komandan pertama korps pasukan elite TNI AD yang kini bernama Kopassus.
Mantan anak buah Idjon Djanbi yang pernah dilatihnya mengenang sosok Idjon sebagai perwira lapangan yang disiplin. Sosoknya langsing dan gesit.
"Pak Idjon suka cek kalau kita jaga malam. Dia sergap dari belakang dengan pisau. Kita berkelahi dulu, baru dia bilang stop, ini komandan kamu. Tujuannya mungkin biar kita siaga," kata Boyoh, mantan anggota angkatan pertama korps baret merah ini saat berbincang dengan merdeka.com.
Idjon Djanbi awalnya bernama Rokus Bernandus Visser. Warga negara Belanda ini
'Idjon Djanbi' menepis pelaku penyerangan anggota Kopassus. Dia malah menuding serangan itu dilakukan oleh polisi. Sejumlah foto diposting untuk memperkuat argumennya.
Tak jelas siapa 'Idjon Djanbi' penulis notes itu. Apakah Kopassus, intel TNI, polisi atau sekadar penggembira saja. Sejatinya, nama Idjon Djanbi adalah pendiri, pelatih pertama sekaligus komandan pertama korps pasukan elite TNI AD yang kini bernama Kopassus.
Mantan anak buah Idjon Djanbi yang pernah dilatihnya mengenang sosok Idjon sebagai perwira lapangan yang disiplin. Sosoknya langsing dan gesit.
"Pak Idjon suka cek kalau kita jaga malam. Dia sergap dari belakang dengan pisau. Kita berkelahi dulu, baru dia bilang stop, ini komandan kamu. Tujuannya mungkin biar kita siaga," kata Boyoh, mantan anggota angkatan pertama korps baret merah ini saat berbincang dengan merdeka.com.
Idjon Djanbi awalnya bernama Rokus Bernandus Visser. Warga negara Belanda ini
Kamis, 28 Maret 2013
Mengenal Automatic Exposure Bracketing - AEB
Pernahkan sobat pada saat memotret menemui kesulitan menentukan exposure saat kondisi pencahayaan yang sedikit 'tricky'
atau terdapat banyak variasi antara area terang dan gelap? Satu cara
ketika menghadapi situasi ini adalah dengan menggunakan pengaturan
Manual pada kendali exposure kamera, dan ambillah beberapa foto untuk
melakukan pengujian. Nah, tetapi masalah yang timbul dengan melakukan
trial and error adalah Waktu, dan jika Sobat memotret pada kondisi yang
berubah-ubah (seperti pada saat sunset dengan cahaya yang berganti dari
waktu ke waktu), kalian tentu akan kehilangan 'momen' pada saat mencari
pengaturan yang pas.
Salah satu fitur yang telah dimiliki oleh kebanyakan kamera DSLR dan bisa membantu pada saat kondisi seperti ini adalah 'Automatic Exposure Bracketing'
(AEB), dengan memilih mode pengaturan ini maka kalian dengan cepat
mampu untuk memotret Tiga foto (biasanya memang Tiga) dengan tingkat exposure yang berbeda, tanpa merubah pengaturan apapun secara manual. Berikut ini adalah contoh yang bisa mengilustrasikannya:
Kamera akan memilih Satu exposure berdasarkan metering yang tepat ketika
kalian menggunakan mode Automatic Exposure Bracketing, lalu kemudian
mengambil foto lain satu overexpose dan underexpose. Menggunakan mode
ini, berarti kalian akan mendapatkan Tiga foto yang memiliki komposisi yang sama tetapi dengan exposure berbeda, dan tentu kalian bisa memilih mana yang paling bagus bukan?
Jika kamera kalian memiliki mode brust (continuous shooting),
maka Tiga foto tersebut bisa didapatkan dengan menekan tombol shutter
beberapa waktu sampai ketiga foto tersebut tercapture. Jika kamera
kalian hanya mendukung single shot maka Sobat harus menekan tombol
shutter sebanyak Tiga kali.
Setiap kamera memiliki cara sendiri dalam pemilihan AEB. Kamera seperti
Langganan:
Postingan (Atom)