Jumat, 15 Februari 2013

Memotret Menggunakan Mode Aperture Priority

Salah satu konsep teknis dalam fotografi yang mungkin sulit untuk dipahami oleh fotografer pemula adalah pengaturan Aperture.

Aperture


Istilah-istilah ini ibaratnya ditemukan oleh para politikus: "Ketika mereka mengatakan satu hal dan itu berarti kebalikannya atau hal yang lain" ketika satu istilah diucapkan seperti "Menurunkan Stop" atau "Stopping down" maka lensa akan meningkatkan Depth of Field, yang berarti meninggikan pengaturan aperture! Jadi berkebalikan, Ketika Sobat menurunkan stop (stop down) lensa dari pengaturan f/5.6 ke f/16, diafragma aperture akan lebih menutup, dan membiarkan lebih sedikit cahaya yang masuk ke dalam sensor tetapi akan meningkatkan fokus dari foreground ke background. "Open up" atau "membuka" dalam pengaturan aperture berarti menggunakan f/stop lebih rendah dan "closing down" atau "menutup" berarti menggunakan pengaturan f/stop yang lebih tinggi.
Penjelasan lebih dalam tentang istilah "Opening up" atau "memperlebar bukaan" lensa sebenarnya adalah menggunakan pengaturan aperture lebih rendah: F/5.6 atau F/4 agar ada lebih banyak cahaya yang masuk ke dalam sensor. Porsi titik fokus dalam foto akan terfokus dengan benar sementara area lain akan terasa blur atau tidak fokus.

Selalu ingat bahwa "naik" berarti setting rendah dan kurang fokus dari foreground ke background. "Turun" berarti setting tinggi dan lebih fokus dari foreground ke background. Seperti perkataan politikus bukan?

Kami sudah mendaftar keuntungan dan kerugian dari setiap mode pemotretan dibawah ini. Semakin banyak Sobat memotret maka tentunya akan meningkatkan kemampuan kalian menggunakan mode pemotretan serta mengambil manfaatnya, dan tentu akan sangat membantu dalam memvisualisasikan imajinasi kalian lewat sebuah foto.
  • Aperture Priority. Rubah setting aperture untuk menaikkan atau mengurangi Depth of Field foto. Angka yang lebih kecil seperti f/2 berarti memperlebar diafragma aperture dan mebiarkan lebih banyak cahaya ke dalam sensor, dan ini akan mengurangi Depth of Field. Angka aperture yang lebih besar berarti mengurangi ukuran diafragma dan sedikit cahaya yang bisa masuk. Kamera digital akan secara otomatis mengatur shutter speed. Jika Sobat menginginkan foto dengan background blur, maka kurangi aperture ke f/2 atau f/4. Untuk menaikkan Depth of Field serta meningkatkan fokus dari foreground ke background maka naikkan pengaturan aperture ke f/8 atau lebih tinggi
  • Shutter Priority. Rubah shutter speed dan kamera secara otomatis akan mengatur aperture. Jika Sobat ingin membekukan atau "freeze" obyek gerak maka gunakan shutter speed tinggi atau lebih cepat, seperti 1/500 detik. Untuk mendapatkan efek blur dari obyek gerak seperti air terjun, maka gunakan shutter speed lambat seperti 1/10 detik.
  • Manual. Sobat sebagai fotografer mengatur secara manual baik shutter speed maupun aperture. Gunakan mode ini ketika melakukan uji coba atau eksperimen pada spesial efek atau memotret pada kondisi tricky seperti long exposure di malam hari.
  • Automatic (Otomatis). Kamera digital akan memperhitungkan kombinasi optimal dari aperture, shutter speed, serta ISO berdasarkan nilai exposure yang ditentukan oleh sistem metering kamera. Mode otomatis mungkin baik untuk digunakan pada banyak kondisi dan bahkan portrait.

Segitiga Eksposure

Untuk mendapatkan foto yang bagus kita harus mengerti dasar-dasar fotografi. Dasar dari pengambilan gambar dalam fotografi dapat kita bayangkan sebagai segitiga, yang dinamakan Segitiga Eksposure. Mengapa Segitiga Eksposure ini sangat penting, karena 3 elemen inilah yang nantinya akan membentuk suatu gambar yang diambil oleh kamera digital kita. Masing-masing elemen tersebut berhubungan erat dengan cahaya dan bagaimana cahaya tersebut masuk ke dalam sensor kamera.
Elemen Segitiga eksposure tersebut adalah:
  1. ISO, adalah ukuran sensitivitas kamera digital terhadap cahaya (ISO100, ISO200, dst)
  2. Aperture, adalah besarnya bukaan lensa atau biasa disebut diafragma (f/1.8 ; f/8 ; f/16 ; dst)
  3.  Shutter Speed, adalah selama berapa lama rana terbuka (1/500 detik, 1/5 detik, dll)
Yang paling penting adalah setiap perubahan pada salah satu elemen tersebut akan mempengaruhi elemen yang lain. Ini berarti bahwa kita tidak akan pernah benar-benar dapat mengisolasi salah satu elemen saja tapi akan selalu terkait antara 3 elemen tersebut. Ilustrasi gambar berikut akan mempermudah kita untuk membayangkan dan mengerti lebih dalam lagi mengenai segitiga eksposure (gambar: http://www.exposureguide.com).
segitiga eksposure
Untuk lebih memahami segitiga exposure dengan mudah, mari kita umpamakan bahwa kamera adalah sebuah jendela.
  1. Aperture adalah ukuran besar/kecilnya jendela yang akan memasukkan cahaya, semakin besar jendela maka akan semakin terang ruangan karena semakin banyak cahaya yang masuk.
  2. Shutter Speed adalah berapa lama jendela akan dibuka untuk memasukkan cahaya ke dalam ruangan, semakin lama jendela dibuka maka akan semakin banyak cahaya yang masuk.
  3. Kemudian sekarang bayangkan bahwa anda berada di dalam ruangan yang berjendela tadi dan anda sedang mengenakan kacamata hitam, seberapa sensitif mata anda terhadap cahaya yang masuk itulah yang disebut dengan ISO.
Jadi ada tiga cara meningkatkan cahaya

Senin, 12 Maret 2012

Tips Setting Kamera Digital


Kamera DSLR memungkinkan seseorang untuk mengambil banyak foto-foto sesuai dengan kreatifitas mereka, tetapi untuk mengerti serta memahami pengaturan kamera pasti membutuhkan sedikit waktu untuk beradaptasi. Percaya atau tidak jika sobat ingin sekali segera menghasilkan foto yang bagus, hal ini mungkin akan membuat frustasi, tetapi bagaimanapun juga, satu-satunya cara adalah memastikan kamera kalian diatur dengan benar guna menghasilkan foto-foto seperti yang Sobat inginkan.

Setting kamera digital

Quality Control

Apakah Sobat pernah memperhatikan format file yang kalian gunakan dalam memotret? Apakah Sobat lebih memilih menggunakan format RAW daripada JPEG? Foto-foto yang diambil dengan menggunakan format RAW akan memiliki fleksibilitas lebih ketika melakukan paska produksi atau editing dengan perangkat lunak seperti Photoshop atau GIMP.
Gunakan ISO antara 100 sampai 400, dan cobalah untuk mendapatkan sensitifitas cahaya paling renda. Beberapa kamera digital akan menghasilkan Noise pada ISO tinggi. Noise biasanya dalam foto terlihat seperti butiran pasir

Ketika membicarakan White Balance, Sobat bisa membiarkannya otomatis, tetapi jika Sobat telah percaya diri perihal penggunaanya sesuai dengan kondisi pencahayaan saat memotret maka silahkan kalian atur lebih detail, seperti ke Tungsten atau Cloudy

Key Control

Aperture dan Shutter Speed bisa dikatakan sangat krusial. Dampak kombinasi dari Dua pengaturan ini tidak hanya pada jumlah cahaya yang masuk ke dalam lensa, tetapi juga pada bagaimana foto kalian akan dihasilkan.
Aperture mengendalikan Depth of Field dengan

Minggu, 11 Maret 2012

Mengenal Shutter Speed Dalam Fotografi



Shutter speed merupakan salah satu elemen fotografi yang berada dalam "Exposure Triangle". Seperti yang telah Kami tekankan pada artikel-artikel sebelumnya, bahwa untuk mendalami "Exposure Triangle" alangkah baiknya jika sobat-sobat meninggalkan sejenak mode otomatis dan berpindah pengaturan ke mode manual. Ketiga elemen dari "Exposure Triangle" antara lain adalah ISO, Aperture serta Shutter Speed, sebelumnya kami telah mengulas sedikit tentang ISO, dan sekarang tiba waktunya untuk membahas apa sih Shutter Speed itu?

Shutter Speed Train ColourPop




Apakah yang dimaksud dengan Shutter-Speed?

Shutter speed bagi kebanyakan orang Indonesia diartikan secara bahasa sebagai kecepatan rana, yaitu berapa lamanya shutter terbuka. Pada era fotografi film shutter speed diartikan sebagai lamanya film di-expose ke obyek yang difoto, deskripsi ini sama dengan era fotografi digital dimana shutter speed merupakan lamanya sensor "melihat" subyek yang akan diambil gambarnya. Dibawah ini Kami mencoba untuk mengulas "Shutter Speed" ke dalam beberapa bagian. Semoga mudah dimengerti bagi Sobat-sobat yang baru mengenal dunia fotografi:

Shutter speed diukur dalam detik - atau pada kebanyakan kasus digunakan dalam sepersekian detik. Semakin besar penyebut atau pembagi, maka akan bertambah kecepatannya (contoh : 1/1000 jauh lebih cepat dibandingkan 1/30).
Jika Anda menggunakan Slow Shutter Speed (lebih rendah dari 1/60) anda akan membutuhkan sebuah tripod atau fitur-fitur seperti image-stabilization (kamera & lensa baru biasanya memiliki fitur ini)
Pengaturan Shutter speed yang tersedia di kamera Anda biasanya berupa kelipatan. Coba periksa pengaturan shutter speed pada kamera Anda, Anda mungkin akan